Insiden menegangkan mewarnai penerbangan komersial tanah air saat sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengalami kendala teknis berupa pecah roda atau ban usai melakukan proses lepas landas. Meskipun harus menghadapi situasi darurat yang memicu kepanikan, ketenangan kapten pilot beserta jajaran awak kabin berhasil menyelamatkan seluruh penumpang hingga burung besi tersebut mendarat secara mulus di landasan pacu tujuan.
Pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penerbangan bernomor penerbangan GA604 ini meliputi sang kapten pilot beserta seluruh kru penerbangan yang bertugas, serta sebanyak 156 penumpang yang berada di dalam kabin. Di antara deretan penumpang tersebut, musisi kawakan Indonesia, Ari Lasso, turut menjadi saksi hidup momen dramatis ini dan secara terbuka menyampaikan rasa kagum serta pujian setinggi-tingginya kepada sang pilot atas kepiawaiannya mengendalikan pesawat dalam kondisi kritis.
| Pesawat Garuda Indonesia mendarat darurat dengan selamat. Sumber: Johanes Wisnu Brata / Getty Images |
Peristiwa darurat yang menyita perhatian publik ini terjadi pada Kamis, 3 September 2026. Penanganan ketat dari otoritas penerbangan dan tim navigasi udara langsung disiagakan sejak laporan kerusakan roda pesawat diterima saat berada di udara hingga proses pendaratan berhasil dieksekusi secara presisi.
Rute penerbangan ini diawali saat pesawat bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Titik krusial penanganan darurat kemudian bergeser ke area udara Makassar hingga akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kronologi dan Detail Insiden Penerbangan Garuda Indonesia GA604
| Parameter Informasi | Detail Kejadian |
| Maskapai & Nomor Penerbangan | Garuda Indonesia (GA604) |
| Rute Perjalanan | Jakarta (Soekarno-Hatta) – Makassar (Sultan Hasanuddin) |
| Waktu Kejadian | Kamis, 3 September 2026 |
| Jumlah Penumpang | 156 Penumpang (Termasuk Musisi Ari Lasso) & Seluruh Awak Kabin |
| Penyebab Masalah | Kerusakan/Pecah Ban Usai Lepas Landas (Take-off) |
| Tindakan Penanganan | Prosedur Fly-pass Pengecekan Visual & Pendaratan Darurat Terkendali |
| Status Akhir | Seluruh Penumpang & Awak Selamat Tanpa Cedera |
Penyebab utama terjadinya situasi darurat ini dipicu oleh kerusakan pada indikator atau fisik ban pesawat saat melakukan manuver take-off dari Jakarta. Setelah terdeteksi adanya anomaly teknis pada sistem pendaratan, kapten pilot memutuskan untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju destinasi utama sambil terus berkoordinasi intensif dengan tim navigasi udara dan otoritas bandara tujuan demi memastikan prosedur pendaratan aman bagi seluruh penumpang.
Alur pendaratan darurat dijalankan sesuai standar operasional penerbangan tingkat tinggi. Sebelum mendaratkan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin, sang pilot terlebih dahulu melakukan manuver terbang rendah atau fly-pass di atas area bandara agar petugas menara pengawas di darat dapat melakukan pengecekan visual secara presisi terhadap kondisi roda pendaratan. Setelah kondisi dikonfirmasi dan jalur darurat disiapkan, pilot berhasil melakukan pendaratan dengan sangat mulus dan terkendali, diikuti dengan evakuasi seluruh 156 penumpang menuju terminal dalam keadaan selamat tanpa cidera sedikit pun.